Jamin Kwalitas Sekolah RI di Luar Negeri

Pendidikan

Dalam acara penandatanganan Undang-undang Bersama (Perber) mengenai Penyelenggaraan Pengajaran Indonesia di Luar Negeri, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi menerangkan, regulasi bersama hal yang demikian yakni jaminan dan janji negara untuk memberikan hak pengajaran terhadap segala buah hati bangsa. – international schools in Jakarta

Retno menyebut, belum segala buah hati-buah hati dan warga Indonesia di luar negeri mempunyai peluang mengenyam pengajaran dengan gampang. Sebab itulah, pemerintah perlu memberikan jaminan supaya segala buah hati Indonesia konsisten menerima pengajaran memadai di mana malah ia berada.

“Karenanya dengan penandatanganan regulasi bersama ini, kami berkeinginan memutuskan supaya pengajaran itu bisa kita berikan pada buah hati-buah hati bangsa di luar negeri,” kata Retno di Gedung Pancasila.

Mendikbud Anies Baswedan mau, dengan ditandatanganinya Undang-undang Bersama hal yang demikian, karenanya tak ada satu malah buah hati-buah hati Indonesia yang putus sekolah sebab susah menerima layanan pengajaran di luar negeri.

“Ini searah dengan amanat UUD 1945 pasal 31 ayat 1 bahwa tiap-tiap warga negara mempunyai hak menerima pengajaran,” kata Anies.

Ketika ini, imbuhnya, ada 14 Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Singapura, Davao, Bangkok, Yangon, Tokyo, Jeddah, Riyadh, Mekkah, Kairo, Den Haag, Moskow, dan Beogard. Lembaga pengajaran hal yang demikian diselenggarakan oleh pemerintah ataupun masyarakat serta melayani lebih dari 3.000 siswa WNI.

“Dari segala kota hal yang demikian, terdapat satu sekolah yang berstatus sekolah internasional dan juga dihadiri oleh siswa WNA (warga negara asing), adalah Sekolah Indonesia di Yangon, Myanmar,” kata ia.

Kecuali sekolah formal, masih ada 300 “Community Learning Center” (CLC) yang memfasilitasi sekira 3.000 siswa Indonesia untuk menerima pengajaran. Lembaga pengajaran formal di luar negeri juga berupa Sentra Aktivitas Belajar Masyarakat (PKBM), seperti yang terdapat di zona Kota Kinabalu, Malaysia dan di Davao, Filipina.

Tak cuma itu, pemerintah juga menyediakan sebagian satuan penyelenggara pengajaran nonformal di luar negeri yang memberikan keterampilan tambahan bagi WNI yang tinggal di luar negeri, secara khusus Buruh Migran Indonesia (BMI). Salah satu satuan penyelenggara pengajaran non formal ini berada di Singapura.

Sebelum eksistensi Perber Menlu dan Mendikbud, penyelenggaraan sekolah Indonesia di luar negeri dikontrol via Keputusan Bersama Menlu dan Mendikbud perihal Tanda Penyelenggaraan Sekolah Indonesia di Luar Negeri yang ditandatangani pada 22 Januari 1981.

Melewati regulasi terupdate yang ditandatangani hari ini, karenanya penguasaan akan penyelenggaraan pengajaran warga Indonesia di luar negeri akan lebih menyeluruh serta mengakomodasi bermacam-macam perubahan yang terjadi, termasuk penyelenggaraan pengajaran formal dan nonformal.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *