Apa itu Sekolah Ibu Yang Berada di Bogor

Pendidikan

sekolah

“Sekolah Ibu ini yakni yang pertama di Jawa Barat, malah mungkin di Indonesia,” kata Ketua Regu Pelopor PKK Kota Bogor Yane Ardian Bima Arya

Yane mengatakan, memerlukan dua tahun untuk menyiapkan Sekolah Ibu, mulai dari merancang modul pengajarannya, sampai melatih energi pendidiknya itu tidak seperti sekolah internasional di Jakarta.

“Sekolah Ibu hadir dengan adanya kepedulian sebagai seorang ibu atas fenomena sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” kata Yane.

Pada dasarnya, Sekolah Ibu dirancang untuk meningkatkan kapasitas ibu dalam mengurus rumah tangga, mengajar buah hatinya, sehingga menjadi keluarga yang mandiri sanggup keluar dari persoalan sosial ataupun ekonomi yang dihadapi.

Berkaitan kesibukan pembelajarannya, berlangsung selama dua kali dalam seminggu. Tiap-tiap hari Senin dan Kamis, mulai pukul 13.00 WIB bertempat di ruang kelas auditorium kelurahan.

Lebih lanjut, jumlah energi pendidiknya melibatkan 68 orang yang berasal dari latar belakang pekerjaan berbeda.

Mereka mengajari 18 modul pengajaran, di antaranya, manajemen keluarga, manajemen keuangan keluarga, mengelola potensi diri, memahami kepribadian member keluarga, malah perihal bela negara dan cinta Tanah Air serta materi ketahanan keluarga lainnya.

“Modul ini dibentuk lantas oleh para pengurus TP-PKK Kota Bogor,” kata Yane yang sekarang juga kandidat master ketahanan keluarga IPB.

Sementara itu, peluncuran Sekolah Ibu dilaksanakan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, pada 16 Juli 2018. Bertepatan dengan hari Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Bima mengatakan Sekolah Ibu yakni langkah permulaan menjadikan kota ramah keluarga dan kota ramah si kecil, juga sebagai penguatan ketahanan keluarga di Kota Bogor.

“Jadi ini permulaan yang bagus menuju Kota Bogor yang ramah bagi keluarga dan si kecil,” kata Bima.

Kemudian, Sekolah Ibu dianggarkan melewati Anggaran Pendapatan Belanja Tempat (APBD) Kota Bogor dan disinergikan dengan seluruh dinas, berprofesi sama dengan kampus, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), kemudian dikonsultasikan juga ke pemerintah provinsi dan pemerintah sentra melewati instansi berhubungan.

“Ke depan Sekolah Ibu setidaknya sanggup memberikan kontribusi untuk penguatan ketahanan keluarga,” tutup Bima.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *