Informasi Terupdate Agenda Pembangunan di Pulau Rinca

Traveling

Informasi Terupdate Agenda Pembangunan di Pulau Rinca
Sebagian waktu lalu sempat ramai agenda pembangunan di Pulau Rinca yang jadi habitat Komodo. Inilah isu terupdate perkembangannya. Permulaan bulan Agustus lalu sejumlah penggiat seni, organisator pecinta lingkungan sampai masyarakat lokal ramai menyerukan #savekomodo sebagai tanggapan atas agenda pembangunan di Pulau Rinca yang masuk zona TN Komodo.

Baca juga : Trip labuan bajo

Demonstrasi malahan bergulir, dan berujung dengan paraf penghentian pembangunan sementara dari pihak Kepala TN Komodo. Di satu sisi, PT Segara Komodo Lestari sebagai pembangun malahan dikenal sudah mempunyai izin bagus dari pihak Balai TN Komodo dan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PJLHK) di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selaku pengelola TN Komodo.

Dijumpai detikTravel berakhir acara Angkasa Pura I bertajuk Collaborative Destination Development Explore the Amazing Destination at East Nusa Tenggara, Aston Kupang, Selasa (11/12/2018), Kadispar NTT, Marius Ardu Jelamu menginfokan update terupdate perihal agenda pembangunan di Pulau Rinca. “Kini, untuk sementara kan dihentikan. Seandainya anggapan kita, Biarkan tempat itu tempat konservasi. Seandainya malahan membangun aku kaprah fasilitas, MCK, cafe aku kaprah itu paling, melainkan untuk akomodasi apalagi hotel-hotel besar jangan deh di dalam itu,” ujar Marius. Seperti dikenal, agenda pembangunan resort dan hotel yang dilaksanakan di Pulau Rinca ramai disanggah sebab terletak di area inti yang jadi habitat Komodo. Diterangkan Marius, pembangunan bukan tak boleh. Melainkan, jika sepatutnya meniru prasyarat ramah lingkungan.

“Mungkin dalam wujud homestay dengan bahan lokal oke, melainkan homestay yang tak mengganggu konservasi alam dan yang ramah lingkungan. Seandainya dapat hindari bangunan-bangunan besar. Nanti ciri khas lokal atau ecotourismnya akan sirna sendiri,” ujar Marius. Lebih lanjut, dia mengucapkan bila pembangunan hotel besar dianjurkan di tempat Labuan Bajo saja yang memang di desain demikian. “Biarkan hotel-hotel dibangun di Labuan Bajo. Jangan di pulau-pulau itu, Pulau Rinca yang ada Komodonya,” tutup Marius.

 

 

Artikel terkait : overland flores

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *